Menerobos Kegelapan: Sebuah Autobiografi Spiritual

Pengarang: Karen Armstrong
Penerbit: Pustaka Mizan
Harga Toko: Rp. 72,000
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 61.200,-

Karen Armstrong memulai pengisahan perjalanan spiritualnya setelah pada 1969 dia memutuskan meninggalkan biara Katolik Roma yang telah tujuh tahun di jalaninya. Di biara, dia berharap dapat menemukan Tuhan, tetapi harapan itu musnah sudah. Sekembalinya ke dunia awam, dia merasa putus asa: tidak tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang mesti dia lakukan.

Pergulatannya melawan keputusasaan diperburuk oleh beberapa kegagalan–dalam pencarian spiritual, capaian akademis, dan pekerjaan–hingga dia berobat pada psikiater. Akhirnya, pada 1976 dia didiagnosis menderita epilepsi, mendapatkan terapi, dan dibebaskan dari “penjara pribadinya”. Dia kemudian mulai menapaki karier sebagai seorang penulis, yang belakangan disadari sebagai panggilan hidupnya. Setelah menekuni tema-tema keagamaan dari Kristen, Yahudi, dan Islam, pergulatannya tampaknya menemukan momentum dan energi baru. Tanpa disadarinya, karier kepenulisan mengantarkannya menuju perjalanan spiritual–sesuatu yang dulu dicarinya melalui biara.

Menerobos Kegelapan, dengan cara itu, menjadi catatan biografis perjalanan spiritual yang berani dan memikat.

Karen Armstrong adalah penulis beberapa buku keagamaan terkenal, antara lain Sejarah Tuhan, Berperang Demi Tuhan, Perang Suci, Islam, dan Buddha. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam empat puluh bahasa di seluruh dunia. Dia juga merancang acara-acara televisi bertema keagamaan, antara lain bersama Bill Moyers dalam seri Genesis. Sejak 11 September 11 2001, dia sering diundang sebagai pembicara di berbagai seminar, konferensi,d diskusi panel, surat kabat, majalah, dan televisi, khususnya tentang Islam. Kini dia tinggal di London, Inggris.

 

Otobiografi Valentino Rossi: What If I Had Never Tried It (Andaikan Aku Tak Pernah Mencobanya)

Pengarang: Valentino Rossi
Harga Toko: Rp 59.900,-
HARGA INIBUKU DISKON 20% : Rp 47.920,-

Sewaktu kecil, ia hanya ingin jadi pembalap sepeda tercepat. Impiannya menjadi juara dunia. Tetapi, ia telah meraih lebih dari impian tertingginya: ia mendominasi berbagai kejuaraan, ia mematahkan lusinan rekor, ia mengoreksi batas kecepatan dalam dunia balap motor, dan ia menciptakan tren baru.

Ia adalah dewa sirkuit motor, raja MotoGP, penguasa balapan motor. Ia tak terkalahkan.

Pada 2002, saat usianya baru 23 tahun, ia sudah mampu meraih sukses yang belum pernah dicapai siapa pun, memenangkan kejuaraan dunia untuk semua kategori: 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.

Ia telah menang di level internasional dengan Aprilia, Honda, dan Yamaha.

Sabtu, 18 April 2004 di Welkom, Afrika Selatan adalah hari yang akan selalu diingat dalam sejarah balapan motor dunia, suatu momen yang mengubah wajah perhelatan kejuaraan MotoGP. Valentino Rossi memenangkan balapan pertamanya bersama Yamaha, mengalahkan Honda. Saat itu juga balapan awal Kejuaraan Dunia 2004. Sesuatu yang sebelumnya tak pernah terpikirkan, bahkan bagi diri Rossi sendiri.

Dengan gaya tutur yang mudah dicerna, dalam otobiografinya ini, secara terang benderang The Doctor mengungkap banyak hal yang belum pernah diutarakannya ke media massa: Kepindahan dirinya dari Honda ke Yamaha, pada saat tertentu, menimbulkan tanda tanya bagi sebagian besar orang. Mengapa harus pindah? Tak puaskah dengan apa yang selama ini diperolehnya di Honda? Mengapa juga tim yang dipilih-mungkin sebagai tujuan akhir karirnya di dunia balap motor-adalah Yamaha? Mengapa bukan Ducati? Atau tim lain? Di buku ini, Rossi sendiri mengungkap jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Di samping itu, kita juga diajak menengok masa-masa awal ia meniti karir, keseharian dengan teman-temannya di Urbino, Italia, perseteruannya dengan Biagi, mengapa nomor 46 menjadi spesial buat Rossi, dan masih banyak lagi.

***
VALENTINO ROSSI lahir pada 16 Februari 1979, di Urbino, Italia. Ia memenangkan GP pertamanya pada umur 17 tahun, titel kejuaraan dunia pertamanya pada umur 18 tahun, dan kejuaraan MotoGP pertamanya pada usia 22 tahun. Ia kini membalap untuk Yamaha dan tinggal di London tengah.